winda-cullen.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Resensi: Remember When

Judul     : Remember When
Penulis : winna efendi
Tebal     : 248 halaman
                Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada disana menunggumu mengakui keberadaannya.
Bagi kita senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas
Lalu saat kau berkata “aku mencintaimu”,
Aku rasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu amigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
“aku mencintaimu”, katamu. Mengertilah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?
Takdirkita sudah jelas, kau, aku, tahu itu.

                Waw. Cuma itu yang keluar dari mulutku sehabis membaca novel ini. Gimana ya? Novel karya winna efendi ini bener-bener ringan. Remaja banget, aku banget. Ini yang aku suka, ceritanya mengalir. Mengalihkan duniaku banget deh pokoknya. Semua tokohnya di ceritakan dengan sudut pandang masing-masing tokoh. Jadi kita bisa tau dengan jelas perasaan masing-masing tokohnya. Ceritanya menarik, cinta segiempat, atau segilima? Karena erik baru muncul di akhir cerita.
Awal baca udah mulai tertarik, bahasanya oke, ga njelimet, bacaan yang cocok buat anak remaja. Bagaimana tentang perasaan yang memang tidak bisa dipaksakan. Dari siniaku mengerti, kalau dua kutub magnet yang sejenis memang tidak bisa menyatu. Yang bisa menyatu hanyalah dua kutub magnet yang berbeda. Freya—Moses, dua remaja yang memiliki kesamaan, sama-sama suka belajar, serius, tak banyak bicara. Adrian—Gia, sama-sama populer, humoris, ceria. Tapi mereka begitu datar, akhirnya salah satu dari mereka jenuh dengan hubungan yang itu-itu saja.  Konfliknya menarik. Dan bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah ini, dengan keegoisan Gia, dengan sifat Freya yang memilih untuk mengalah, Adrian yang terlalu blak-blakan karena menurutnya lebih baik begitu dari pada harus menyakiti Gia dengan kebohongan, dan Moses yang tidak pendendam tapi sulit untuk memaafkan. Tapi pada akhirnya memang harus ada pihak yang mengalah untuk mendapatkan happy ending. Good job kak Winna Efendi J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar