winda-cullen.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

aku ~ 9 juni 2012


                Apa kau mengenal siapa dirimu?
Tidak. Aku tidak pernh mengnal siapa aku. Kadang aku bersikap dingin, tak mampu menunjukkan perasaanku, perasaan kasih yang aku simpan untuk orang-orang yang aku sayang.. untuk dia, dia, dia dan dia.. tapi terkadang aku sangat transparan . aku mampu menangis di hadapan banyak orang yang bahkan tidak sepenuhnya bisa aku percaya.
Aku terlalu sering dikecewakan oleh orang yang aku anggap tempatku bersandar. Saat aku ingin bersandar, mereka merobohkan dinding-dinding kuat itu. Lalu? Aku kembali tenggelam dalam perasaan berkecamuk di dalam dadaku, perasaan tercabik-cabik yang amat menyakitkan.  Perasaan yang belum sempat aku utarakan, aku hanya bisa menangis, tak mampu lagi membendung kesedihan yang aku pendam.
Aku orang yang dikucilkan. Entahlah, tapi aku slalu merasa seperti itu. Saat aku sendiri dan melihat ke sekelilingku, semuanya asyik dengan dunianya sendiri tanpa sadar ada aku disini yang menatap mereka mengharapkan belas kasihan untuk sedikit saja tawa yang mereka keluarkan, untuk sedikit saja lelucon yang mereka katakan dan untuk sedikit saja perasaan senang yang akan menghilangkan kerut-kerut di wajahku karena teralu sering merenung.
Aku orang yang dikucilkan dari lingkungan terdekatku, entahlah, tapi hatiku berkata seperti itu. Tak pernah ada yang sekedar bertanya bagaimana hariku, apakah bahagia? Tidak peernah ada yang peduli dengan luka kecil di bibirku yang menyebaban aku sangat sulit untuk tersenyum hari ini. Mereka semua sibuk dengan pesta fora sebuah perayaan, dan aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Aku terlalu dingin untuk sekedar mengatakan “aku turut senang” atau “aku juga bahagia mendengarnya”.
Aku terlalu apa adanya, bahkan sangat apa adanya. Aku tak pernah memikirkan bagaimana orang-orang di sekelilingku berbicara tentangku. Aku tidak peduli, ah, tap hati kecilku berkata lain. Ia sakit hati saat ada yang berkomentar tentang pribadi usangku. Dari situlah aku mulai berpikir bahwa aku orang yang jauh dari sempura, sangat jauh, bahkan hampir mendekatipun... tidak sama sekali.
Aku terlalu percaya diri bahkan nyaris sombong. Aku sering terjatuh ke dalam jurang akibat sifatku ini. Aku tak pernah bermaksud seperti itu, sungguh. Aku hanya ingin, setidaknya ada yang sadar bahwa disni ada seorang gadis menyedihkan yang mengharapkan sedikit saja perhatian. Hanya sedikit senyuman saja sudah akan membuatku bahagia. Tapi kenyataan berkata lain.
Aku. Bolehkah aku meminta suatu permohonan Tuhan? Oh jangan, jangan sampai Eangkau juga tidak menyadari pernah menciptakan makhluk menyedihkan seperti aku. Tapi tidak, kurasa tidak. Tuhan satu-satunya tempatku mengadu.
Aku terlalu berlebihan, atau bahasa kerennya Alay. Tapi itulah aku, aku terlalu rumit untuk dimengerti bahkan oleh diriku sendiri. Aku membenci diriku yang menyedihkan ini, yang slalu menampilkan wajah tak menyenangkan untuk menarik perhatian orang-orang di sekitarku. Sebaiknya aku ini dihukum apa Tuhan? Aku terlalu sering menyakiti perasaan orang-orang di sekitarku. Tapi aku tak pernah bermaksud begitu. Sungguh. Bahkan sebaliknya, aku ingin kalian menaruh sedikit saja perhatian terhadapku yang menyedihkan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar