Apa
kau mengenal siapa dirimu?
Tidak. Aku tidak
pernh mengnal siapa aku. Kadang aku bersikap dingin, tak mampu menunjukkan
perasaanku, perasaan kasih yang aku simpan untuk orang-orang yang aku sayang..
untuk dia, dia, dia dan dia.. tapi terkadang aku sangat transparan . aku mampu
menangis di hadapan banyak orang yang bahkan tidak sepenuhnya bisa aku percaya.
Aku terlalu sering
dikecewakan oleh orang yang aku anggap tempatku bersandar. Saat aku ingin
bersandar, mereka merobohkan dinding-dinding kuat itu. Lalu? Aku kembali
tenggelam dalam perasaan berkecamuk di dalam dadaku, perasaan tercabik-cabik
yang amat menyakitkan. Perasaan yang
belum sempat aku utarakan, aku hanya bisa menangis, tak mampu lagi membendung
kesedihan yang aku pendam.
Aku orang yang dikucilkan.
Entahlah, tapi aku slalu merasa seperti itu. Saat aku sendiri dan melihat ke
sekelilingku, semuanya asyik dengan dunianya sendiri tanpa sadar ada aku disini
yang menatap mereka mengharapkan belas kasihan untuk sedikit saja tawa yang
mereka keluarkan, untuk sedikit saja lelucon yang mereka katakan dan untuk
sedikit saja perasaan senang yang akan menghilangkan kerut-kerut di wajahku
karena teralu sering merenung.
Aku orang yang
dikucilkan dari lingkungan terdekatku, entahlah, tapi hatiku berkata seperti
itu. Tak pernah ada yang sekedar bertanya bagaimana hariku, apakah bahagia? Tidak
peernah ada yang peduli dengan luka kecil di bibirku yang menyebaban aku sangat
sulit untuk tersenyum hari ini. Mereka semua sibuk dengan pesta fora sebuah
perayaan, dan aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Aku terlalu dingin untuk
sekedar mengatakan “aku turut senang” atau “aku juga bahagia mendengarnya”.
Aku terlalu apa
adanya, bahkan sangat apa adanya. Aku tak pernah memikirkan bagaimana
orang-orang di sekelilingku berbicara tentangku. Aku tidak peduli, ah, tap hati
kecilku berkata lain. Ia sakit hati saat ada yang berkomentar tentang pribadi
usangku. Dari situlah aku mulai berpikir bahwa aku orang yang jauh dari
sempura, sangat jauh, bahkan hampir mendekatipun... tidak sama sekali.
Aku terlalu percaya
diri bahkan nyaris sombong. Aku sering terjatuh ke dalam jurang akibat sifatku
ini. Aku tak pernah bermaksud seperti itu, sungguh. Aku hanya ingin, setidaknya
ada yang sadar bahwa disni ada seorang gadis menyedihkan yang mengharapkan
sedikit saja perhatian. Hanya sedikit senyuman saja sudah akan membuatku
bahagia. Tapi kenyataan berkata lain.
Aku. Bolehkah aku
meminta suatu permohonan Tuhan? Oh jangan, jangan sampai Eangkau juga tidak
menyadari pernah menciptakan makhluk menyedihkan seperti aku. Tapi tidak,
kurasa tidak. Tuhan satu-satunya tempatku mengadu.
Aku terlalu
berlebihan, atau bahasa kerennya Alay. Tapi itulah aku, aku terlalu rumit untuk
dimengerti bahkan oleh diriku sendiri. Aku membenci diriku yang menyedihkan
ini, yang slalu menampilkan wajah tak menyenangkan untuk menarik perhatian
orang-orang di sekitarku. Sebaiknya aku ini dihukum apa Tuhan? Aku terlalu
sering menyakiti perasaan orang-orang di sekitarku. Tapi aku tak pernah
bermaksud begitu. Sungguh. Bahkan sebaliknya, aku ingin kalian menaruh sedikit
saja perhatian terhadapku yang menyedihkan ini.






0 komentar:
Posting Komentar